KAITAN FUNGSI MANAJEMEN DAN KANTOR
KAITAN FUNGSI MANAJEMEN DAN KANTOR
oleh
ERSHA RADIVA HARTONO
D3-Bahasa
Inggris
Politeknik
Negeri Bandung
Abstrak
Penulisan makalah
ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara fungsi manajemen dengan dunia
perkantoran. Untuk tujuan tersebut, penulis mengumpulkan informasi dari
beberapa sumber seperti jurnal, textbook
dalam bahasa inggris dan indonesia, e-book, blog, dll. Metode yang digunakan
adalah metode penelitian kepustakaan. Manajemen sendiri adalah sebuah ilmu yang
mempelajari cara mengendalikan sumber daya baik berupa materi maupun manusia. Dalam
dunia manajemen, ada 4 fungsi manajemen yaitu : Perencanaan (Planning),
Pengorganisasian (Organizing), Pengontrolan (Controlling), dan Kepemimpinan (Leading).
4 Fungsi manajemen ini sangat berperan penting dalam keberhasilan pekerjaan
kantor. Indikator keberhasilan sebuah pekerjaan kantor dapat dilihat dari
ketepatan waktu serta terorganisirnya hasil pekerjaan. Manajemen perkantoran
sendiri adalah kegiatan atau aktifitas pengelolaan aktifitas apa saja yang
terjadi di dalam kantor. Setelah mengumpulkan materi dari beberapa sumber,
dapat dikatakan bahwa fungsi manajemen sangatlah berkaitan erat dengan dunia
perkantoran.
Kata kunci : Manajemen, Manajemen Perkantoran, Fungsi manajemen, Kantor,
Manajer.
Abstract
The purpose of
writing this paper is to understand the relation between management function
and office management. For that purpose, writer gathered information from many
sources such as journals, textbooks in both English and Indonesian, e-books,
blogs, etc. Management itself is a field that study how to control resources
both human and material. In management, there are four management functions,
they are Planning, Organizing, Controlling and Leading. These 4 management
functions are very important in the success of office work. The success
indicator could be seen from how fast is it done and how organized the result
of the work is. Office Management itself is an activity of managing the
activities happened in an office. After gathering information from many
sources, it can be said that the managament functions have a really strong ties
with the office management world.
Keywords : Management, Office Management, Management
Functions, Office, Manager.
Pendahuluan
Kantor merupakan
sebuah tempat yang sering dikaitkan dengan pekerjaan. Hal ini bukanlah tidak
beralasan, kantor sering dikaitkan dengan pekerjaan dikarenakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kantor tentunya adalah bekerja. Kesan
tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan bekerja atau pekerjaan itu
sendiri tentu akan berbeda-beda tiap orangnya. Mungkin ada beberapa orang yang
sangat mencintai pekerjaannya, atau mungkin justru sebaliknya. Penyebabnya
sendiri bermacam-macam seperti : berat atau ringannya beban pekerjaan, upah
yang diberikan, lingkungan pekerjaan, atasan, ketatnya pengawasan manajer, dll.
Di dalam dunia
perkantoran setiap orang memiliki peranan serta jabatannya masing-masing dan
pekerjaan mereka pun akan disesuaikan dengan peran dan jabatan tersebut, salah
satu orang yang berperan penting dalam pekerjaan dunia perkantoran ialah
manajer. Untuk menjadi seorang manajer dibutuhkan keuletan, kedisiplinan dan
pengetahuan tentang manajemen.
Manajemen sendiri
adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengatur orang dalam tim dan
individu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Manajemen memiliki empat fungsi
utama yang memiliki kaitan erat dengan dunia perkantoran. Empat fungsi tersebut
adalah perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), memimpin(leading), dan mengontrol (controlling). Keempat fungsi diatas
sangatlah dibutuhkan oleh seorang manajer di dalam dunia perkantoran.
Manajemen
perkantoran adalah suatu kegiatan pengelolaan data dan informasi yang dilakukan
secara teratus, sistematik dan terus menerus, mengikuti kegiatan organisasi
dengan tujuan mencapai keberhasilan tugas organisasi yang bersangkutan.
Pekerjaan kantor atau tata usaha, sering disebut dengan istilah office work
atau clericalwork. Yang harus diadakan penataan agar pekerjaan tersebut
berjalan dengan baik. Penataan atau pengelolaan terhadap pekerjaan kantor itu
disebut manajemen perkantoran. (Office Management).
Manajemen
perkantoran dapat dikatakan sebagai kekuatan yang tidak terlihat (tidak
terwujud) yang merencanakan, mengorganisasi dan mengkoordinasikan manusia,
uang, metode, material, mesin-mesin, dan pasar (GM) dalam pekerjaan kantor
serta mengarahkan dan megawasinya sesuai dengan tujuan pembinaan, serta tujuan
organisasi tercapai. (NN, 2013, Pengertian Manajemen Perkantoran Fungsi Tujuan
Sarana Fasilitas Kerja Perkantoran, http://www.latarbelakang.com/2013/08/pengertian-manajemen-perkantoran-fungsi.html, diakses 30 Desember 2016).
Metode Penelitian
Metode penelitian
yang digunakan oleh penulis dalam penulisan jurnal ini adalah metode penelitian
kepustakaan. Metode penelitian kepustakaan adalah metode yang menggunakan cara
pengumpulan data atau informasi dari berbagai sumber. Dalam hal ini, penulis
mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti e-book jurnal, textbook dalam bahasa inggris dan
indonesia, e-book, blog, dll.
Topik yang
diambil adalah kaitan fungsi manajemen dengan kantor, otomatis fokus dari
penelitian yang penulis lakukan adalah manajemen perkantoran, manajemen, fungsi
manajemen dan juga kaitannya. Informasi yang diperoleh hanya digunakan untuk
keperluan analisis guna mengetahui kaitan fungsi manajemen dengan dunia
perkantoran.
Penulis memilih
metode penelitian kepustakaan karena metode inilah yang paling sesuai guna
mencari kaitan fungsi manajemen dan dunia perkantoran. Selain itu, dalam
melakukan penelitian, penulis juga membatasi tahun terbit atau tahun ditulisnya
sumber yang penulis ambil, ini guna mendapatkan informasi dan pengetahuan yang
tidak tertinggal oleh zaman.
Pembahasan
Pengertian Kantor
Secara etimologis
kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya: ruang tempat bekerja,
tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa
Inggris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service),
posisi, atau ruang tempat kerja.
Pengertian kantor
dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam
arti statis. Kantor dalam arti dinamis merupakan proses penyelenggaraan
kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian/ pendistribusian
data/informasi. Atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan
kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit. (Vulan,
Dian, 2014, Pengertian Kantor dan Manajemen Perkantoran, http://verhaalvandian.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-kantor-dan-manajemen.html, diakses 28 Desember 2016).
Definisi Manajer
Manajer sendiri adalah
seseorang yang bertanggung jawab atas tugasnya untuk mengatur pekerjaan baik
secara tim maupun individu. Mereka bertugas untuk mengatur, mengorganisasikan,
memimpin dan mengontrol pekerjaan dan aktifitas di kantor. Untuk menjadi
seorang manajer tidaklah mudah, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi
sebelum menjadi seorang manajer. Berikut merupakan syarat-syarat yang
diperlukan untuk menjadi seorang manajer :
a.
Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang
bidang bisnis dan organisasi yang ditanganinya. Syarat ini adalah syarat pokok
yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional. Tanpa pengetahuan dan
wawasan yang luas, bagaimana bisa manajer tersebut bisa menjalankan
organisasinya secara efektif dan menghasilkan keuntungan bagi bisnis yang
dijalankannya.
b.
Mempunyai kepribadian yang baik dan tangguh sesuai dengan
norma-norma yang berlaku secara umum di masyarakat. Seorang manajer profesional
harus seorang yang mempunyai budi pekerti yang luhur. Perilaku seorang manajer
harus sesuai dengan nilai-nilai positif. Dengan demikian, sumber daya manusia
yang berkualitas adalah syarat penting yang harus dimiliki oleh seorang manajer
profesional.
c.
Mempunyai pengalaman yang luas dalam bidang bisnis yang
dijalankannya. Seperti kita semua ketahui, pengalaman adalah lebih penting
daripada pengetahuan. Pengetahuan tanpa disertai dengan pengalaman yang memadai
tidak akan banyak berguna dalam menghasilkan output yang bernilai positif bagi
organisasi bisnis. Pengetahuan yang luas disertai dengan pengalaman yang luas
adalah senjata utama bagi keefektifan kerja seorang manajer profesional.
d.
Mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik. Tugas
seorang manajer adalah mengurus orang-orang yang ada di bawahnya. Tanpa
kemampuan sosialisasi yang baik, tidak mungkin akan tercapai suatu hubungan
yang saling menguntungkan antara atasan dan bawahan. Kemampuan sosialisasi
sangat penting untuk mengarahkan bawahan menuju tercapainya tujuan organisasi.
e. Mempunyai kemampuan manajerial yang memadai. Kemampuan manajerial adalah
pengetahuan utama yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional.
Kemampuan ini bisa dipelajari di sekolah-sekolah formal atau melalui kursus
atau melalui buku-buku manajemen. Ilmu manajerial yang hebat akan menjadi nilai
lebih yang sangat bagus bagi seorang manajer untuk dapat menjalankan organisasi
secara efektif dan efisien. (M, Alpin Septian, 2014, Kriteria Manager yang
baik, http://sumber-kearifan.blogspot.co.id/2009/05/tanggungjawab-seorang-manager.html, diakses 28 Desember 2016).
Definisi Manajemen
Ilmu yang
dipelajari manajer disebut manajemen. Kata manajemen berasal dari bahasa
inggris, "Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus,
mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin. Manajemen
adalah sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan
cara bekerja secara bersama sama dengan orang - orang dan sumber daya yang
dimiliki organisasi.
Manajemen menurut pendapat ahli
Mary Parker F.
"Pengertian
manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan
dengan orang lain."
George R. Terry
" Definisi
Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu
pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya."
Koontz
"Manajemen
adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman
ilmu." Koontz menambahkan, ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun
masing masing saling melengkapi.
Stoner
"Ilmu
Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga
menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan."
Wilson
" Manajemen
adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota
organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Proses merupakan suatu
rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis."
Oey Liang Lee
" Arti
Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan,
pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan dalam
upaya mencapai tujuan yang diinginkan."
Lawrance A Appley
" Manajemen
adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan
usaha orang yang lain." (Nicho, Eka, 2015, Pengertian manajemen, http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html, diakses 28 Desember 2016).
Definisi Manajemen Perkantoran
Manajamen
Perkantoran adalah aktifitas atau kegiatan pengelolaan aktifitas-aktifitas yang
terjadi selama kegiatan menyelesaikan pekerjaan perkantoran berlangsung.
Pekerjaan perkantoran sendiri pun dapat dibagi menjadi dua, yaitu clerical-work dan non-clerical work. Clerical-work
sendiri adalah pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut kegiatan tata usaha
seperti pelayanan telepon dan pelayanan tamu. Clerical work dapat dibagi menjadi dua yaitu Paperwork dan Non-Paperwork.
Non-clerical work adalah pekerjaan
yang tidak berkaitan dengan kegiatan tata usaha. Contohnya adalah penentuan
lokasi kantor, peralatan & mesin kantor, layout kantor, prosedur dan efisiensi kerja serta personel kantor.
Quible (2001) dalam
Kusumawati (2014:5) Definisi ilmu administrasi perkantoran rangkaian aktivitas
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi, dan mengendalikan
hingga menyelenggarakan secara tertib pekerjaan administrasi perkantoran untuk
menunjang pencapaian tujuan organisasi.
Fungsi Manajemen
Dalam ilmu manajemen
ada 4 fungsi utama, yaitu Planning
(Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian),
Leading (Memimpin), dan Controlling (Mengontrol). Seorang
manajer bertanggung jawab atas ke 4 fungsi diatas agar pekerjaan di kantor
menjadi lebih efektif, efisien dan hasil pekerjaan lebih rapi.
Menurut
Schermerhorn, John R (2013) mengatakan “All managers, regardless of title,
level, type and organizational setting are responsible for the four management
functions.” Yang berarti bahwa setiap manajer tanpa memandang pangkat, jabatan,
tipe dan kedudukan di dalam organisasi sangatlah bertanggung jawab atas ke 4
fungsi manajemen. Menurut Fayol, Henry mengatakan bahwa “First proposed in the
early part of the twentieth century that all managers perform five functions:
planning, organizing, commanding, coordinating, and controlling. Today these
functions have been condensed to four: planning, organizing, leading and
controlling.” dalam Robbins dan Coulter (2014) .
Dahulu ada lima
fungsi manajemen yaitu planning,
organizing, commanding, coordinating dan controlling yang sekarang disederhanakan menjadi empat yaitu planning, organizing, leading dan controlling. Ke 4 fungsi inilah yang
sangat berperan penting dalam pekerjaan seorang manajer.
Gambar 1 Cara kerja 4 fungsi manajemen.
Planning (Perencanaan)
Planning atau perencanaan
adalah salah satu fungsi utama dari empat fungsi manajemen yang berkaitan
dengan kantor. Seorang manajer di kantor tentu harus bisa merencanakan sesuatu
agar pekerjaan yang akan dikerjakan ke depannya menjadi lebih jelas dan
pengerjaannya pun menjadi lebih mudah. Perencanaan yang dimaksud disini adalah
menetapkan tujuan atau target hasil pekerjaan dan bagaimana cara melakukannya.
Dalam perencanaan juga harus ditetapkan batas waktu atau yang biasa kita sebut
sebagai deadline. Bila pekerjaan
melewati batas waktu yang telah ditentukan otomatis pasti ada kesalahan dari
perencanaan dan pengerjaan pekerjaan tersebut. Biasanya ini dikarenakan oleh
perencanaan yang tidak matang atau asal-asalan.
Perencanaan
atau Planning sendiri bertujuan untuk
menetapkan arah atau tujuan pekerjaan kantor, menyusun strategi untuk melakukan
hal tersebut dan juga untuk menentukan seberapa banyak sumber daya yang
dibutuhkan dalam proses pengerjaan pekerjaan tersebut.
Gambar 2 Tipe rencana / types
of plan
Sumber : Buku "New Era of
Management" oleh Richard L. Daft.
Ada tiga tipe
perencanaan yaitu, yang pertama adalah Strategic
Goals tipe perencanaan ini diterapkan pada kantor secara keseluruhan.
Selanjutnya Tactical Goals tipe
perencanaan ini diterapkan pada bagian atau divisi-divisi besar secara
fungsional. Lalu yang terakhir adalah Operational
Goals tipe perencanaan ini diterapkan di departemen-departemen atau
perorangan. Dengan adanya fungsi manajemen planning
otomatis pekerjaan kantor akan menjadi terarah dan pengerjaannya pun menjadi
lebih jelas.
Perencanaan dari sudut pandang jenjang manajemen bisa
dibagi kedalam beberapa jenjang, yaitu :
1.
Top Level Planning (Perencanaan Jenjang Atas)
Perencanaan
dalam jenjang ini bersifat strategis. Jenjang atas ini memberikan petunjuk
umum, rumusan tujuan, pengambilan keputusan serta memberikan pentunjuk pola
penyelesaian dan sifatnya menyeluruh. Top level planning menekankan tujuan
jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tangung jawab manajemen
puncak.
2.
Middle Level Planning (Perencanaan Jenjang Menengah)
Jenjang
perencanaan menengah sifatnya lebih administratif Jenjang menengah menyiapkan
cara-cara yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan dari sebuah perencanaan
dijalankan. Tanggung jawab perencanaan middle level berada pada manajemen
menengah.
3.
Low Level Planning (Perencanaan Jenjang Bawah)
Perencanaan
jenjang bawa lebih fokus terhadap bagaimana cara menghasilkan. Jenjang bawah
ini lebih mengarah kepada kegiatan operasional perusahaan Manajemen pelaksana
adalah pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan jenjang bawah ini.
Syarat Fungsi Perencanaan
Perencanaan yang
baik selayaknya memenuhi beberapa syarat syarat berikut:
·
Mempunyai tujuan yang jelas
·
Sederhana, tidak terlalu sulit dalam menjalankannya
·
Memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilakukan
·
Fleksibel, bisa berubah mengikuti perkembangan yang
terjadi
·
Mempunyai keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan yang
selaras pada tiap-tiap bagian
·
Segala sesuatu yang tersedia bisa dipergunakan secara
efektif serta berdaya guna. (Nicho, Eka, 2015, Ini 4 Fungsi Manajemen dan
Pembahasannya, http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/fungsi-manajemen.html, diakses 28 Desember 2016).
Organizing (Pengorganisasian)
Organizing atau pengorganisasian adalah fungsi kedua dari empat
fungsi manajemen yang berkaitan dengan dunia perkantoran. Kata Organisasi
berasal dari bahasa yunani yaitu “oragon” yang berarti badan, alat atau
anggota. Organizing sendiri sangat
diperlukan oleh seorang manajer di kantor. Dengan adanya fungsi organizing, sumber daya yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan dari pekerjaan akan menjadi lebih jelas dan penggunaannya
pun menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu juga, dalam pengorganisasian
seorang manajer bertanggung jawab untuk mengatur pembagian tugas kepada orang
yang tepat, seperti kata pepatah “The
right man on the right place.” Hal-hal lainnya yang dibagi dalam
pengorganisasian biasanya apa yang akan dilakukan, orang-orang atau personel
yang dibutuhkan dan juga alat yang digunakan.
Organizing
(organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang
terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. (NN, 2011,
Pengertian Manajemen, https://expressknowledges.wordpress.com/tag/henry-fayol/ diakses 28 Desember 2016).
Schermerhorn(2013)
menjelaskan bahwa Organizing adalah "The
process of assigning tasks, allocating resources, and coordinating is how
managers turn plans into actions by defining jobs, assigning personnel, and
supporting them with techonology and other resources."
Yang berarti bahwa
pengorganisasian adalah proses membagi tugas, menentukan sumber daya dan
mengkoordinasi bagaimana manajer mengubah rencana menjadi aksi dengan cara
membagi pekerjaan, menentukan personel dan membantu mereka dengan teknologi dan
sumber daya yang lain.
Pengorganisasian
memiliki beberapa tujuan dalam pelaksanaannya, yaitu
untuk memberi koordinasi yang sangat dibutuhkan ketika unit
kerja atau tim yang terpisah atau berbeda namun tetap dalam satu kantor. Selain
itu, pengorganisasian juga membantu kelancaran pengawasan. Dalam hal ini, kita
dapat memposisikan seorang manajer dalam sebuah tim agar pekerjaan bisa diawasi
atau dikontrol dengan mudah. Selanjutnya, kita dapat memaksimalkan spesialisasi
individu terhadap suatu bidang tertentu. Misal ada orang yang cukup mahir dalam
membuat suatu produk, otomatis produk yang ia hasilkan pun menjadi lebih baik
dari produk yang lain. Selain itu juga, dengan ada pengorganisasian pemakaian
atau pengeluaran pun akan menjadi sedikit karena sebelum melakukan
pengorganisasian kita akan menentukan budget atau biaya yang dibutuhkan dalam
pengerjaan suatu pekerjaan.
Tujuan lainnya
adalah pengorganisasian juga akan meningkatkan
hubungan antar pekerja, khususnya teman kerja satu tim. Karena dalam tim, kita
tidak mungkin bekerja sendiri, semua orang memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing dan kita harus melengkapi kekurangan satu sama lain.
Terakhir, Dengan adanya pengorganisasian, tugas-tugas yang dibagi bisa disesuaikan
dengan kondisi perusahaan, selain itu juga personel juga akan mengerti tugas
masing-masing yang akan dijalankan. Ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil
pekerjaan di kantor.
Controlling (Mengontrol)
Controlling
atau mengontrol adalah fungsi
ketiga dari empat fungsi manajemen yang berkaitan dengan dunia perkantoran. Controlling adalah langkah selanjutnya
setelah Planning dan Organizing dilakukan.
Tentunya mengontrol pekerjaan atau kegiatan perkantoran sangatlah berat namun
sangat penting untuk dilakukan. Setiap manajer harus melakukan pengontrolan
untuk mengecek kondisi apakah pekerjaan berjalan lancar sesuai rencana atau
tidak.
Schermerhorn(2013) mengatakan
di dalam bukunya "..controlling is the process of measuring work
performance, comparing results to objectives, and taking corrective action as
needed. Managers exercise control by staying in active contact with people as
they work, gathering and intrepreting performance measurements, and using this
information to make constructive changes."
Yang berarti bahwa controlling
atau mengontrol ada sebuah proses pengukuran kinerja, membandingkan hasil
dengan tujuan, mengambil langkah yang tepat seperlunya.
Controlling akan
berjalan efektif dengan memperhatikan hal hal berikut :
·
Routing (jalur), manajer menetapkan cara
atau jalur supaya bisa dengan mudah mengetahui letak dimana suatu kesalahan
sering terjadi.
·
Scheduling (penetapan waktu), Manajer
menetapkan kapan semestinya pengawasan harus dijalankan. Kadang-kadang,
pengawasan yang terjadwal mungkin tidak efisien dalam menemukan suatu
kesalahan, dan sebaliknya, sesuatu yang dijalankan secara mendadak malah lebih
berguna.
·
Dispatching (perintah pelaksanaan),
adalah pengawasan yang berupa suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan.
Tujuannya supaya suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
Perintah bisa membuat sebuah pekerjaan bisa terhindar dari kondisi yang
terkatung katung, dan pada ujungnya apabila terjadi kesalahan, bisa dengan
mudah diidentifikasi siapa yang melakukan kesalahan
·
Follow Up (tindak lanjut), Manajer
mencarikan solusi apabila terdapat kesalahan yang ditemukan. Tindak lanjut bisa
dengan memberikan peringatan terhadap pihak yang sengaja atau tidak sengaja
melakukan kesalahan dan memberikan petunjuk supaya kesalahan yang sama tidak
akan terulang kembali. (Nicho, Eka, 2015, Ini 4 Fungsi Manajemen dan
Pembahasannya, http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/fungsi-manajemen.html, diakses 28 Desember 2016).
Selain itu juga, ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan
pengawasan antara lain sebagai berikut :
·
Adanya rencana yang dilaksanakan
dan standar hasil.
·
Adanya ketegasan manajer
pengontrol.
·
Proses pengawasan itu sendiri.
·
Penerapan strategi yang
digunakan.
·
Keahlian dari manajer pengawas
mulai dari menentukan kesalahan sampai melakukan koreksi.
·
Menunjuk manajer pengawas yang
benar-benar mempunyai kewenangan untuk
melakukan
pengawasan.
·
Kinerja manajer yang ditunjuk
untuk melakukan pengawasan.
(gomgom, om, 2014, Jelaskan pengertian Controlling(Pengawasan) dan
fungsinya?, http://kumpulanpertanyaanpenting.blogspot.co.id/2014/06/jelaskan-pengertian-controlling.html, diakses 28 Desember 2016).
Bentuk atau cara
pengontrolan(Controlling) atau
pengawasan pelaksanaan pekerjaan kantor biasanya tergantung dari sifat atau
bentuk perusahaan, ada yang mengedepankan kesejahteraan atau kebebasan pegawai
agar pekerjaan yang dilakukan mudah dan menyenangkan untuk dikerjakan oleh
pegawainya, ada juga yang memiliki pengawasan yang sangat ketat agar hasil
pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif.
Seorang manajer dalam dunia
perkantoran harus mengetahui model atau cara pengontrolan apa yang efektif
untuk dilakukan di kantor tempat ia bekerja, bila model pengontrolan yang
diterapkan di kantor tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, otomatis para pekerja
yang diawasi pun akan merasa tidak nyaman yang nantinya akan berefek besar
terhadap hasil pekerjaan kantor yang diberikan. Hal ini tentu sangatlah buruk
bagi kantor, terutama untuk kantor yang membutuhkan hasil pekerjaan yang
efisien, efektif dan rapi. Pada dasarnya metode pengawasan yang dipergunakan
terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Metode observasi langsung, di mana pengamatan dilakukan langsung oleh
atasan atau pimpinan terhadap pelaksanaan kerja yang sedang dilakukan oleh pegawai
atau petugas dengan tidak mempercayakan orang lain yang akan mengamatinya.
b. Metode statistik, di mana pengamatan dilakukan melalui data-data yang
disusun secara statistik dan grafis. Biasanya statistik itu disusun dari
data-data yang sudah diolah sedemikian rupa, sehingga mudah dimengerti dan
dipahami.
c. Metode laporan, yaitu pengawasan dilakukan setelah diketahui kesalahan,
kekeliruan, dan penyalahgunaan dari laporan yang diterima.
(gomgom, om, 2014, Jelaskan pengertian Controlling(Pengawasan) dan
fungsinya?, http://kumpulanpertanyaanpenting.blogspot.co.id/2014/06/jelaskan-pengertian-controlling.html, diakses 28 Desember 2016).
Leading (Memimpin)
Leading atau memimpin adalah fungsi keempat dari empat fungsi manajemen yang
berkaitan dengan dunia perkantoran. Tentu dalam kantor, semua pekerjaan
membutuhkan seorang sosok pemimpin. Seorang manajer harus tahu bagaimana
caranya memimpin orang dan dirinya sendiri. Dengan adanya pemimpin sebagai
pengarah, pekerjaan pun akan menjadi terarah dan tujuannya pun menjadi jelas,
ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi pekerja atau karyawan di kantor,
yang mana akan berpengaruh juga terhadap hasil pekerjaan.
Schermerhorn (2013)
mengatakan bahwa “Leading is the process of arousing people’s enthusiasm and
inspiring their efforts to work hard to fulfill plans and accomplish
objectives. Managers lead by building commitments to a common vision, encouraging
activities that support goals, and influencing others to do their best work on
the organization’s behalf.”
Dari kutipan diatas Leading atau memimpin berarti adalah
sebuah proses untuk meningkatkan minat dan memuji usaha untuk bekerja keras agar
rencana terlaksana dan tujuan tercapai. Manajer memimpin dengan cara membangun
komitmen bersama, memberi semangat yang mendukung tujuan, dan mempengaruhi
orang lain untuk melakukan yang terbaik sebagai perwakilan organisasi. Dengan
adanya fungsi Leading dan sosok
seorang Leader hasil pekerjaan di
kantor baik secara tim maupun individu akan menjadi lebih efektif, efisien dan
rapi.
Kesimpulan
Keempat fungsi manajemen
yaitu Perencanaan (Planning),
Pengorganisasian (Organizing),
Pengontrolan (Controlling), dan
Memimpin(Leading) sangatlah
dibutuhkan bagi seorang manajer, keempat fungsi inilah yang membuat hasil
pekerjaan di kantor menjadi lebih baik karena hasil pekerjaan merupakan
cerminan karyawannya yang berarti cerminan perusahaan atau kantor itu sendiri.
Daftar Pustaka
Anonim. 2011. “Pengertian manajemen”. 28 Desember 2016. https://expressknowledges.wordpress.com/tag/henry-fayol/.
Anonim. 2013.“Pengertian Manajemen Perkantoran Fungsi Tujuan Sarana
Fasilitas Kerja Perkantoran”. 28 Desember 2016. http://www.latarbelakang.com/2013/08/pengertian-manajemen-perkantoran-fungsi.html.
Daft, Richard L. 2012. New Era of Management. United States of
America:SOUTH-WESTERN CENGAGE Learning.
Gomgom, om. 2014. “Jelaskan pengertian Controlling (Pengawasan) dan
fungsinya?”. 28 Desember 2016. http://kumpulanpertanyaanpenting.blogspot.co.id/2014/06/jelaskan-pengertian-controlling.html.
Josep, Izudin. 2013. “Pengertian Manajemen Perkantoran”. 28 Desember 2016. http://izudinjosep.blogspot.co.id/2013/10/manajemen-perkantoran.html.
Karlina, Yulia. 2015, "KAITAN FUNGSI MANAJEMEN DAN KANTOR DALAM
PERSPEKTIF ADMINISTRASI PERKANTORAN", http://yuliakarlina.blogspot.co.id/2015/06/kaitan-fungsi-manajemen-dan-kantor_52.html, 28 Desember 2016.
Kusumawati, Andriani. “MANAJEMEN ADMINISTRASI PERKANTORAN MODERN”. 28
Desember 2016. http://andrianikusumawati.lecture.ub.ac.id/files/2014/07/ANDRIANI-Manajemen-Administrasi-Perkantoran-Modern.pdf.
Miner, K.J. 2016. The Four Functions of Management: What Managers Need to Know.
[online]. Available from :
http://www.aiuniv.edu/blog/january-2016/functions-of-management [Accessed 28
December 2016].
Nicho, Eka. 2015. "Ini 4 Fungsi Manajemen dan Pembahasannya".
28 Desember 2016. http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/fungsi-manajemen.html.
Nicho, Eka. 2015. "PENGERTIAN MANAJEMEN, Ini Penjelasannya !".
28 Desember 2016. http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html.
Robbins, Stephen P. and Mary Coulter. 2014. Management. England:Pearson
Education Limited.
Sari, Desylavinia. 2015. "FUNGSI MANAJEMEN DAN CONTOHNYA". 28
Desember 2016. http://desylavinia.blogspot.co.id/2015/01/fungsi-manajemen-dan-contohnya.html.
Schermerhorn, John R. 2013. Introduction to management. Singapore:John
Wiley & Sons Singapore Pte. Ltd.
Schraeder, Mike, Self, Dennis R., Jordan, Mark H., Portis, Ron. (2014) The
Functions of Management as Mechanisms for
Fostering Interpersonal Trust, 5, 50-62.
UK Essays. November 2013. Management Concepts Of Planning Organizing
Leading And Controlling Management Essay. [online]. Available from:
https://www.ukessays.com/essays/management/management-concepts-of-planning-organizing-leading-and-controlling-management-essay.php?cref=1
[Accessed 28 December 2016].



jadi bisa mengerti
BalasHapus